Sabtu, 17 Desember 2011

Lahir telanjang, mati telanjang

hidupku dimulai dari saat aku terlahir ke dunia ini

telanjang, dan penuh kotoran,

waktu terus berlalu, beranjak dewasa aku memiliki segalanya yang orang lain impikan

fisik yang bagus dan dikagumi semua orang,

harta yang melimpah dan diinginkan oleh semua orang,

kekuasaan yang luas dan dihormati oleh banyak orang,

selalu mendapatkan apapun yang diinginkan, tak pernah kekurangan,

dan selalu dikelilingi oleh orang orang yang ku cintai,

kehidupanku benar benar ada di atas roda kehidupan, tak tergoyahkan,

aku benar benar merasa bangga dengan segala hal yang menjadi milik ku

namun, waktu terus berjalan, hal hal buruk mulai terjadi,

sebuah musibah membuat salah satu bagian tubuhku harus dibuang,

harta terkuras untuk segala pengobatan,

kekuasaan yang terabaikan kemudian digantikan oleh orang lain,

orang orang yang dicintai perlahan pergi,

dalam sekejap roda hidup berputar dari posisi puncak menjadi yang terinjak,

saat itu aku bertanya, kemanakah perginya semua hal yang sudah kumiliki? kenapa semuanya meghilang? bukankah segala hal tersebut itu miliku?

aku terus meradang, menyesali diri akan kehilangan kehilangan itu, terus menerus mengutuk karena tak terima segala yang kumiliki menghilang,

sampai, ajal menjemput, roh ku keluar dari tubuh,

saat itu kulihat tubuhku sendiri,dikuburkan,

kembali telanjang dan penuh kotoran,

dan saat itu kusadari, sesungguhnya tak ada sesuatu pun di dunia ini yang benar benar kumiliki

-----------------
teman teman semua, sesungguhnya tak ada apapun di dunia ini yang benar benar kita miliki, tak ada apapun didunia ini yang sungguh sungguh melekat di dalam diri kita kecuali pahala dan dosa, karma baik dan karma buruk,

orang seringkali ketakutan saat harus kehilangan segala keduniawian yang ada di dalam hidupnya, orang orang melekat dan tak mampu untuk menghadapi sebuah kehilangan

sesungguhnya, kita semua didunia ini lahir dan mati telanjang, tak memiliki apapun,

sementara hidup ini hanyalah numpang lewat dan numpang belajar,
belajar ilmu hidup dan ilmu iklas,

padahal sesungguhnya, hidup ini dimulai dari telanjang, menuju telanjang kembali,

karena itu, jika mengalami sebuah kehilangan, lepaskankan ego dan kemelekatanmu,

dan praktekanlah ilmu ikhlas yang kamu pelajari,

saat kita bertemu, maka kita pun harus bersiap berpisah

saat kita memiliki sesuatu, maka kita pun harus siap untuk kehilangan

0 komentar:

Poskan Komentar